
Surakarta, 28 Agustus 2025 — Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) sukses menyelenggarakan seminar dan lokakarya bertajuk “Exploring Human & Animal Physiology with PowerLab: A Research-Based Training Program.” Acara ini terselenggara atas kerja sama Fakultas Kedokteran UNS, PT Sentral Lab Genetik, dan ADInstruments , dengan menghadirkan dua pembicara terkemuka yang memiliki keahlian di bidang ilmu biomedis dan teknologi instrumentasi riset.
Memahami Elektrofisiologi dalam Penelitian Manusia dan Hewan
Prof. Dono Indarto, dr., M. Biotech. St., Ph.D., AIFM , Kepala Departemen Biomedik Fakultas Kedokteran UNS, membuka sesi dengan menekankan pentingnya pemeriksaan elektrofisiologi sebagai dasar pemahaman fungsi fisiologi manusia dan hewan. Beliau menjelaskan bahwa metode-metode tersebut meliputi Elektrokardiografi (EKG) dan pemeriksaan bunyi jantung, Elektro Miografi (EMG), Elektro Ensefalografi (EEG), Visual Evoked Potential (VEP), Elektro Okulografi (EOG), ElectroDermal Response (EDR), Pemeriksaan Psikofisiologi, serta Tekanan Darah Non-Invasif (NIBP) pada model hewan.
Prof. Dono menjelaskan bahwa setiap metode elektrofisiologi memberikan wawasan spesifik tentang sistem saraf, otot, dan kardiovaskular. Misalnya, EKG memungkinkan kita memahami aktivitas listrik jantung, sementara EEG mengungkap dinamika fungsi otak. Dalam studi hewan, NIBP memungkinkan pemantauan kardiovaskular dengan standar etika yang lebih baik. Melalui pendekatan ini, mahasiswa dan peneliti tidak hanya mengamati data tetapi juga memperoleh pemahaman tentang mekanisme fisiologis yang mendasarinya. Ia menambahkan bahwa integrasi teori biomedis dengan data eksperimen berfungsi sebagai fondasi penting untuk penelitian translasional. Dengan demikian, teknologi seperti PowerLab mendukung pendidikan dan penelitian dengan bukti ilmiah yang kuat.
Menerapkan Teknologi PowerLab dalam Praktik Penelitian
Sesi berikutnya disampaikan oleh T Vaishnavi Devi, BE, MBA, Asisten Manajer Distributor ADInstruments untuk wilayah Asia Tenggara. Berbeda dengan Prof. Dono yang berfokus pada aspek teoretis, Vaishnavi menekankan penggunaan praktis sistem PowerLab dalam mendukung pemeriksaan elektrofisiologis.
Ia menjelaskan bahwa PowerLab dapat digunakan dengan berbagai modul tambahan tergantung pada kebutuhan penelitian, seperti sensor EKG untuk aktivitas jantung, transduser EMG untuk aktivitas otot, elektroda EEG untuk perekaman otak, dan sistem khusus untuk penilaian VEP, EOG, dan EDR. Untuk studi hewan, sistem NIBP merupakan alat utama untuk pemantauan tekanan darah non-invasif.
Vaishnavi mengatakan bahwa dengan PowerLab, para peneliti dapat menghubungkan beberapa sensor ke dalam satu sistem terintegrasi dan kemudian memproses hasilnya menggunakan perangkat lunak LabChart . Hal ini membuat akuisisi dan analisis data lebih efisien, baik dalam studi fisiologi manusia maupun penelitian hewan. Penggunaan teknologi ini memastikan akurasi, konsistensi, dan kepatuhan terhadap standar penelitian internasional. Ia menekankan bahwa fleksibilitas PowerLab memungkinkan penerapannya di berbagai bidang, mulai dari pendidikan kedokteran dan penelitian farmakologis hingga studi interdisipliner yang menggabungkan psikologi dengan ilmu biomedis.
Dampak dan Komitmen
Seminar dan lokakarya ini menyoroti bagaimana integrasi metode elektrofisiologis dengan teknologi PowerLab dapat meningkatkan penelitian biomedis dan pendidikan kedokteran. Dengan mengadopsi pendekatan non-invasif dan presisi seperti EKG, EEG, EMG, dan NIBP, para peneliti dapat mengumpulkan data yang konsisten sekaligus meminimalkan stres bagi partisipan manusia dan model hewan. Hal ini tidak hanya memperkuat validitas hasil ilmiah tetapi juga menjunjung tinggi standar etika yang lebih tinggi dalam studi eksperimental.
Di luar lingkungan laboratorium, inovasi-inovasi ini berkontribusi pada penelitian translasional yang menghubungkan penemuan-penemuan dasar dengan praktik klinis, yang pada akhirnya mempercepat jalur menuju diagnostik yang lebih aman dan terapi yang lebih efektif. Kami ingin menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada Universitas Sebelas Maret dan ADInstruments atas kolaborasi dan dukungan berharga mereka dalam mewujudkan inisiatif ini.
Referensihttps://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC6905040/?utm_source



